Wanita Penghambat Karir


Mungkin sangat kontroversial menyebut wanita penghambat karir, tapi penjelasannya demikian. Wanita penghambat karir adalah prinsip yang saya pegang hari ini, selama dalam proses mengembangkan diri mengejar karir. Saya adalah seorang mahasiswa, dalam kehidupan saya di kampus dan luar kampus penuh dengan warna, penuh dengan usaha – usaha mengembangkan diri, membangun pergaulan yang luas, belajar di organisasi dll.



Dalam proses seperti itu, saya menganggap wanita adalah penghambat karir, wanita menjadi penghambat karir bila di jadikan kekasih/pacar, jika hanya menjadi teman tidak menjadi masalah. Dengan pacaran, kita akan mengurangi kefokusan dalam mengejar karir, kita akan termakan fikiran, waktu, tenaga untuk hal – hal yang tidak penting. Pacaran juga selalu manis di awal, pacaran juga membuka pintu kita untuk melakukan hal–hal merugikan. Sang pacar pasti akan butuh perhatian, tidak di hubungi curiga, tidak di perhatikan marah. Benar–benar menghambat karir.

Namun tentunya tak selamanya wanita menjadi penghambat karir, ada saatnya nanti kondisi berputar 180 derajat, wanita akan menjadi penunjang karir, ketika ia telah menjadi istri, seperti kata pepatah dibalik lelaki hebat terdapat perempuan hebat, pepatah ini banyak benarnya. prinsip ini pun tidak berlaku universal untuk semua orang, ada yang mungkin tak mampu termotivasi karena tak punya kekasih, mereka mungkin tak seprinsip dengan ini, atau perkara – perkara lain, yang membuat prinsip ini tak berlaku universal.

Yang terakhir adalah realitas – realitas penghambat karir telah terang di depan mata kita, banyak konflik terjadi karena perempuan, banyak dana yang terbuang karena perempuan, banyak nyawa melayang karena perempuan, banyak waktu lewat percuma juga karena perempuan, wanita memang hebat dapat menghasilkan semua itu, makanya kesimpulan saya wanita adalah penghambat karir saat ini. Namun ada saat nanti, seorang wanita dapat selalu menemaniku mengarungi kerasnya samudera kehidupan. Semoga.

1 komentar: