Membedah Tujuan IKAMI Sulsel



Malam Sabtu tanggal 17 Mei 2015, di Asrama Hasanuddin, saya menghadiri penggodokan Konsep Pra-Munas yang dilakukan Pengurus bersama anggota IKAMI Sulsel Cabang Malang. Pembahasan dimulai dengan penggodokan Anggaran Dasar. Teman-teman sempat lama membahasa pasal Asas. Redaksional AZAS dirubah menjadi ASAS sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Selain itu muncul tawaran asas-asas baru seperti kekeluargaan. Namun, tetap disepakati Asas Pancasila.

Setelah itu dilanjutkan, lalu tertahan lagi dalam pembahasan pasal Tujuan. Tujuan IKAMI perlu diubah. Beberapa orang menyampaikan gagasannya mengenai tujuan IKAMI Sulsel. Saya mengawali dengan menawarkan bahwa Tujuan IKAMI Sulsel haruslah menciptakan pemimpin. Kemudian Tomy Rahmatwijaya mengusulkan tujuan IKAMI Sulsel menjadi: Membina pemimpin untuk Indonesia dan Sulsel. Kemudian M. Munawwir menambahkan ada kata kesejahteraan Indonesia. Syam'un mengusulkan Terciptanya pemimpin paripurna menuju masyarakat madani. Kemudian Fian mengatakan bahwa awalannya harus kalimat pasif. Jadi bukan membina, tapi terbina, namun menurut Fian harus ditemukan diksi baru yang paling baik dan dekan dengan pengkaderan di IKAMI Sulsel. Lalu muncul kata Didik, jadi diksi yang cukup tepat adalah terdidiknya.Saya kemudian menawarkan Terdidiknya Pemimpin Paripurna demi Terwujudnya Masayarakat Madani (Peradaban Paripurna). Lalu Fitri Firlia menawarkan Pemimpin Berkarakter. Kemudian berbagai ide dari teman-teman forum, sehingga menjadi alot. Kemudia Syarfina Juhaidah menengahi forum untuk mengkaji kembali, apa sebenarnya bentuk organisasi IKAMI Sulsel. Apakah dia organisasi kader atau organisasi kebudayaan atau yang lain? Saya lalu menyampaikan bahwa IKAMI Sulsel dapat berbentuk apapun. Artinya, IKAMI Sulsel dapat menjadi organisasi pengkaderan, organisasi kebudayaan, organisasi kekaryaan ataupun bentuk-bentuk lainnya. Meskipun IKAMI Sulsel adalah organisasi daerah yang keanggotaannya terbatas pada mahasiswa/pelajar asala atau keturunan Sulawesi Selatan akan tetapi, setelah masuk ke dalam organisasi semua kader dapat dipupuk menjadi pemimpin yang berjiwa humanis tidak sekedar etnosentris. Pempimpin yang dapat menunjang kemajuan bangsa dan dunia.

Saya sepakat IKAMI Sulsel menjadi wadah mendidik Pemimpin. Pemimpin yang diinginkan adalah pemimpin yang memiliki atribusi seperti tujuan IKAMI Sulsel saat ini. Terdidiknya pemimpin paripurna adalah tujuan yang tepat untuk mempertegas IKAMI Sulsel sebagai organisasi daerah yang ikut mewujudkan masyarakat madani. Dalam definisi saya, pemimpin paripurna adalah memiliki karakter-karakter seperti tujuan IKAMI Sulsel saat ini dan nilai-nilai karakter kebangasaan, jadi pemipin paripurna yang diinginkan adalah pemimpin yang:

- Memiliki jiwa intelektual

- Mengabdi pada masyarakat.

- Melestarikan budaya dan Nilai-nilai Luhur Sulawesi Selatan.

- Menjaga Semangat Kekeluargaan.

- Memiliki nilai-nilai karakter kebangsaan, antara lain:

1. Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komunikatif

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Namun, akhirnya forum tidak menyepakati salah satu usulan. Karena waktu semakin larut, akhirnya forum dipending.

Tidak ada komentar